Berita

ISI Menjadi Narasumber dalam Kuliah Unggulan Program Studi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis (Prodi SPIG- UPI)

Bandung, 12 September 2019

Program Studi  Survei  Pemetaan dan Informasi Geografis (Prodi  SPIG – UPI) mengadakan kuliah unggulan dengan tema “Tantangan Dan Prospek Pekerjaan Surveyor Di Indonesia Pada Era Industri 4.0” pada Rabu, 12 September 2019 di Auditorium FPIPS UPI. Narasumber dari kuliah unggulan ini yaitu Bapak Ir. Harto Widodo selaku Sekretaris Jenderal Ikatan Surveyor Indonesia (ISI)  dan di hadiri oleh  Wakil Dekan I Dr. Mamat Ruhimat, M.Pd, Ketua Departemen Dr. Ahmad Yani, M.Si, Ketua Prodi SPIG Dr. Iwan Setiawan, S.Pd., M.Si, Ketua Prodi SaIG Dr. Lili Somantri, M.Si , Bapak/Ibu Dosen Departemen Pendidikan Geografi, dan mahasiswa dari Pendidikan Geografi dan Sains Informasi Geografis (SAIG).

IMG_2847-1920x800

Penyampaian materi oleh Sekjen ISI meliputi:

  1. Mega Trend Global: tahun 2050, 70% penduduk akan tinggal di perkotaan. Maka akan memicu kelangkaan lahan dan mendorong pembangunan hunian vertikal. Untuk itu pembangunan 3D model dan 3D kadaster diperlukan guna mendukung smart city dimana dalam proses pelaksanaan nya diperlukan kemampuan Surveyor dalam pemanfaatan alat 3d modelling  dan penguasaan konsep Building Information Model (BIM) agar pembangunan lebih efisien.
  2. Tools of Surveying and Mapping : alat yang digunakan dalam survey dan pemetaan mengalami kemajuan diberbagai bidang dalam hal ketelitian sehingga akurasi pengukuran meningkat, efektif dan efisien dalam pengerjaan pemetaan
  3. Manajemen Aset : diperlukan big data yang terintegritas, aman dan termonitor guna melindungi semua aset penting yang dimiliki baik oleh perorangan, Dinas, Kementian, Lembaga, Swasta dan Negara.
  4. Pertanahan : bidang ini memerlukan perhatian khusus tentang fiskal kadaster, legal kadaster dan multipurpose kadaster.
  5. Geospasial : Raja dari data dan informasi adalah Geospasial, oleh karena itu pemerintah terus melakukan percepatan untuk menghadirkan data geospasial yang akurat, terpadu, mutakhir, mudah diakses, mudah untuk dibagi dan digunakan serta dapat dipertanggung jawbkan.
  6. Profesi: menjadi seorang surveyor di era Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Revolusi Industri 4.0 tidak hanya harus paham mengenai pengukuran tetapi juga Spatial thinking, Sistem referensi, Aturan dan hukum, Revolusi teknologi, Komunikasi (Bahasa internasional, bahasa asing, cara berdiplomasi, teknik lobbying dll), Kolaborasi (ABGCE), Standard (SKKNI, SNI, dll)

IMG_2856-1920x800

Dengan adanya kuliah umum ini, mahasiswa bukan hanya tahu mengenai tantangan dan prospek pekerjaan surveyor di Indonesia, lebih dari itu tercerahkan terkait kompetensi yang harus dimiliki seorang surveyor, yaitu: Spatial Thingking, Sistem referensi, Aturan dan hukum, Revolusi teknologi, Komunikasi, Kolaborasi, Standard (SKKNI, SNI, dll).

IMG_2900-1920x800

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *