Powered by ZigaForm version 4.5.9.1
Berita

Pengendalian Tata Ruang Berbasis Resiko Dibutuhkan Paska Bencana Banjir

Jakarta, ISI–Banjir yang melanda wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) telah mulai surut memasuki hari ke delapan (8/1/2020). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana (BNPB) pada tanggal 7 Januari 2020, genangan air masih terdapat di wilayah Jakarta Barat dengan penurunan Tinggi Muka Air (TMA) dari 20-60 cm menjadi 10-30 cm. Menurut Ketua Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), pengendalian tata ruang berbasis resiko menjadi langkah yang dibutuhkan paska bencana banjir. “Kondisi sudah mulai lebih baik, banjir sudah mulai surut untuk wilayah Jabodetabek, untuk itu pengendalian tata ruang berbasis resiko menjadi langkah berikutnya yang harus ditempuh,” ujar Virgo Eresta Jaya, ketua ISI, Selasa (7/1/2020), di Jakarta.

Saat ini, pengendalian tata ruang khususnya wilayah DKI Jakarta masih menerapkan Transit Oriented Development. Sistem ini memfokuskan pada pembangunan pemukiman, wilayah bisnis dan pariwisata yang mudah dicapai oleh moda transportasi umum. Sehingga, hal ini menempatkan akses moda transportasi sebagai prioritas pengelolaan tata ruang. Rencana pengendalian ini terangkum pada Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No 1 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2030. Ahli Geospasial, Bintang Rahmat Wananda, mengungkapkan penataan ruang seharusnya menitikberatkan pada perancangan bangunan yang lebih adaptif terhadap kemungkinan bencana, seperti banjir yang terjdai. “Bangunan harus adaptif terhadap kemungkinan resiko banjir, perlu pertimbangan data topografi, morfologi, bangunan ini berada di wilayah hulu atau hilir, untuk mengantisipasi bangunan dari banjir bukan sekedar pertimbangan letal kedekatan sungai secara fisik, ” ujar Bintang melalui sambungan telepon, Selasa (7/1/2020).

Peta tematik dengan probabilistik debit banjir menjadi kunci penataan ruang berbasis resiko. Ketua ISI, Virgo, menjelaskan peta tematik telah dirilis beberapa waktu lalu yaitu berupa infomrasi curah hujan. Peta ini merangkum curah hujan di tiap-tiap wilayah di Indonesia guna mendeteksi potensi banjir. Terdapat kerja sama lintas instansi untuk penyiapan peta digital berbasis curah hujan, yaitu Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Badan Informasi Geospasial. Cakupan kolaborasi terdiri atas BMKG sebagai penyedia Informasi Prakiraan Hujan Bulanan, PSDA PUPR menyediakan Daerah Rawan Banjir dan Badan Informasi Geospasial (BIG) menyiapkan peta dasar (RBI, Sistem Lahan dan Lahan Cover). Prakiraan Potensi Banjir yang disampaikan meliputi potensi banjir tinggi, menengah, rendah dan aman dari kejadian banjir (BMKG, 2020).

Pada kesempatan lain, Bintang mengungkapkan pentingnya informasi besar debit banjir pada peta tematik. Informasi ini dapat memprediksi periode ulang (return period). Informasi ini untuk melengkapi ketersediaan data persebaran curah hujan di Indonesia. ” Kalau cuma peta curah hujan hanya beritahu berapa banyak air turun, belum ada probabilistik kala ulang (return period),” jelasnya. Sehingga, infrastruktur saluran air, Bintang menegaskan, dapat menyesuaikan dengan debit air yang ada,” jelasnya.
Informasi periode ulang, lanjut Bintang, sangat bermanfaat untuk perencanaan bangunan air seperti kanal, bendungan. Periode ulang yang valid dapat membantu untuk merencanakan bangunan dengan daya tampung air yang sesuai, sehingga dampak banjir besar, seperti siklus lima tahunan, dapat ditanggulangi. “Debit air untuk penghitungan kala ulang (period retention) dari banjir, dan dibutuhkan untuk rancangan struktur bangunan air. Ketika banjir terjadi, kesesuaian antara daya tampung air dengan rancangan bangunan air. Disinilah sisi probabilistik untuk peta tematik dibutuhkan untuk merancang bangunan air sesuai daya tampung, kita bisa prepare for the worst,” tutupnya.
Jakarta, 8 Januari 2020
Ikatan Surveyor Indonesia
Wisma Angsana Unit U No 1
Jalan Rawajati Timur Pejaten Timur, Jakarta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close