Berita

Perlunya Pemetaan 3D Agar Kasus Terbakarnya Pipa Pertamina Tidak Terulang

Satu nyawa dipastikan melayang akibat pipa Pertamina yang berada pada lokasi proyek Kereta
Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Cimahi, Jawa Barat tersebut bocor dan terbakar, Selasa
(22/10/2019) lalu.
Seorang warga negara asing (WNA) bernama Li Xuanfeng, pekerja proyek kereta cepat itu,
tewas dalam insiden tersebut. Pria yang bekerja di subcon PT CREC, PT Ming Shu Construction
tewas terpanggang.

Capture

sumber : okezone

Agar hal ini tidak terjadi kembali tentu perlu ada upaya preventif serius yang harus segera
dilakukan , Ketua Ikatan Surveyor Indonesia Virgo Eresta Jaya mengungkapkan perlunya
dilakukan :
1. Pemetaan utilitas bawah tanah, hal ini perlu dilakukan jika data dan patok jalur utilitas tidak
dipelihara secara rutin dan meyakinkan
2. Melibatkan Surveyor Profesional baik dalam kegiatan pemeliharaan maupun pelaksanaan
proyek konstruksi, mengingat dalam pekerjaan ini diperlukan kecermatan dan akurasi yang
sangat tinggi
3. Perlu ada sistem pendaftaran tanah 3D dan terbuka untuk publik sehingga bisa diketahui
oleh siapapun menjamin safety and security.

WhatsApp Image 2019-11-06 at 4.42.34 PM

Oleh karena itu Semoga kejadian ini dapat menjadi pembelajaran untuk semua pihak
menyadari pentingnya peta yang terintegrasi dalam melaksanakan pembangunan dan
maintanace. Menghimbau kementerian tenaga kerja agar menysaratkan akan TKA harus punya
kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia supaya kendala koordinasi di lapangan
terkait bahasa tidak terjadi lagi. Tutur Virgo Eresta Jaya (06/11).

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *