Berita

Kesikutsertaan ISI pada SEASC 2019 Darwin

Darwin, 15 - 18 Agustus 2019

South East Asia Survey Congress (SEASC) merupakan acara dua-tahunan ASEANFLAG (Asean Federation Land Surveyor and Geomatics). Setelah dua tahun sebelumnya diselenggarakan di Brunei Darussalam, pada tahun 2019 ini yang menjadi tuan rumah SEASC adalah Surveying & Spatial Sciences Institute (SSSI) Australia. SSSI adalah asosiasi puncak profesi surveyor di Australia.  Walaupun Australia bukan merupakan bagian negara ASEAN, namun Australia merupakan salah satu negara yang menjadi mitra ASEANFLAG.

SEASC 2019 berlangsung selama 4 hari, 15 sampai dengan 18 Agustus 2019 di Darwin Convention Center, dengan mengangkat tema Collaboration, Communication, and Capacity Building. Sekitar 400 partisipan mengikuti kongres ini, lebih dari 20 pembicara utama pada sesi plenary dan workshop, dan lebih dari 100 paper/makalah dipresentasikan pada technical session. Partisipan datang dari berbagai negara, bukan hanya negara-negara ASEAN, tapi juga negara Eropa, Asia Timur, dan negara pasifik. Dominasi peserta terbanyak berasar dari Australia sekitar 50-60%, disusul Malaysia, dan Filipina. Sedangkan yang berasal dari Indonesia, ada 13 orang yang ikut berpartisipasi, yaitu Prof. Dr. Ir. Hasanuddin Z. Abidin (Kepala BIG), Dr. Sumaryono (Kepala Bidang Pengembangan SDM dan Industri BIG), Ir. Sugeng Prijadi M.App.Sc (BIG), Ryan Pribadi (BIG), Sofan Prihadi (Ketua APSPIG), Adhy Ruchiatan (APSPIG/ASEANFLAG), Andi Putra P. (ISI),  Dr. Bambang Edhi Leknoso (ITB), Zachary Afif (ITB), Willy Gomarga (ITB), Luki Danardi (PT. Waskita), Fahmi Abdulaziz (PT. Waskita), dan Fiska Sari Dewi (PT. Waskita).

SEASC ini terselenggara dengan rapih, sederhana tapi tidak menghilangkan kesan mewah, serta efektif dalam mengeksekusi kegiatan. Di Setiap sesi, terlaksana dengan sangat kondusif dan antusiasme peserta sangat tinggi. Walaupun kapasitas gedung yang digunakan untuk 1000 orang, sedangkan peserta hanya berikisar 400an orang, tidak menjadikan acara ini terkesan sepi. Terutama pada technical session paralel, yang di konferensi pada umumnya sepi, namun di acara ini tetap ramai. Paling sedikit jumlah peserta yang mengisi ruang parallel berkapasitas 80 sekitar 30 orang, dengan jumlah terbanyak 80 orang.

Secara umum, pelaksanaan kongres ini sama seperti kongres pada umumnya. Namun yang sedikit berbeda adalah pada kongres ini ada acara khusus untuk para profesional muda (Young Professional Day) untuk saling berbagi, meningkatkan kepercayaan diri, dan membangun relasi. Acara ini menjadi awal mula untuk membentuk komunitas Young ASEAN Surveyor Network (YASN).

Untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dapat mengunduh laporan, klik disini

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also

Close