Berita

Informasi Geospasial Jadikan Acuan Implementasi Desain Ibu Kota Negara Baru

Jakarta, ISI–Rencana pemindahan ibu kota negara telah memasuki tahap perencanaan. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) telah mengumumkan pemenang Lomba Desain Ibu Kota Negara, Senin lalu (23/12/2019, di Jakarta. Terpilihnya desain ibu kota negara ini sebagai bagian dari penyiapan tata kota di provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara baru.
Ketua Ikatan Surveyor Indonesia (ISI), Virgo menghimbau Pemerintah agar memiliki perencanaan yang baik, dan terstruktur untuk mengimplementasi hasil pemenang lomba desain ibu kota negara. Ketua Virgo menekankan perlunya untuk proses analisa dan persiapan yang matang untuk pra implementasi. “Itu baru pemenang secara desain, pemerintah masih perlu melengkapi sesuai dengan konsep smart city untuk ibu kota baru,” ujarnya, di Jakarta, Sabtu (28/12/2019).
Menurut Ketua Virgo, informasi geospasial dapat menjadi acuan yang tepat untuk menindaklanjuti implementasi desain ibu kota negara. Seperti diketahui smart city merupakan konsep pengembangan kota berdasarkan prinsip teknologi informasi yang dibuat untuk kepentingan bersama secara efektif dan efisien. “Penggunaan Informasi geospasial sangat tepat untuk implementasi konsep smart city bagi desain ibu kota negara,” ujarnya. Pemanfaatan informasi ini dapat diawali dengan proses survei pemetaan (mapping) secara menyeluruh, diikuti dengan penyiapan sarana dan prasarana kebutuhan akan informasi dan teknologi.
Saat menerapkan konsep smart city, Virgo menjelaskan terdapat tiga pilar utama yang penting diterapkan, yaitu adanya ketersediaan sensor, jaringan, dan user. Pada pilar pertama, Virgo menjelaskan penggunaan sensor terletak pada perpaduan kecanggihan sensor untuk mengambil seluruh data yang dibutuhkan. Kemudian, pilar penggunaan internet of things mengutamakan interkoneksi jaringan. Pilar user, lanjut Virgo, berada pada pemenuhan akan keaktifan masyarakat guna menghasilkan informasi perkotaan secara real time. “Ketiga pilar tersebut akan berfungsi dan saling terhubung dengan baik jika dikaitkan dengan atribut lokasi sehingga terwujud geospatial enablement ibu kota negara yg baru,” jelas Virgo.
Sebagai contoh, Virgo menjelaskan penggunaan informasi geospasial pada 3D City models pemetaan. Model ini merupakan hasil teknologi sensor survey pemetaan, yang diintegrasikan menjadi Big Data Survey. Data 3d City model dapat dipenuhi dengan menggunakan teknologi sensor terkini, yang umum digunakan oleh profesi surveyor,” jelasnya.

Terdapat lima juara desain Ibu Kota Negara yang terpilih, yaitu Desain Nagara Rimba Nusantara karya Urban+ sebagai pemenang pertama, Desain Infinite City sebagai pemenang kedua, Desain Kota Seribu Galur pemenang ketiga, Desain Zamrud Khatulistiwa menempati juara harapan I, dan Desain Benua Rakyat Nusantara sebagai juara harapan II. Adapun para pemenang ini menyisihkan secara keseluruhan sebanyak 755 peserta lomba Desain Ibu Kota Negara dari Indonesia, dan mancanegara. Lomba ini telah berlangsung selama tiga bulan, yaitu sejak bulan Oktober s.d. Desember 2019.

sayembara-gagasan-desain-kawasan-ibu-kota-negara

Pemenang Utama (Sumber Foto : Dokumentasi Kementerian PUPR)

 

Jakarta, 29 Desember 2019
Ikatan Surveyor Indonesia (ISI)
Wisma Angsana Unit U No 1
Jalan Rajawali Timur Pejaten Timur, Jakarta

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *